VBAC – Normal setelah caesar? Yakin bisa!!

Ditulis oleh Shelly Tutupoho

"Sesungguhnya..... sebaik apapun rencana kita, rencana Allah adalah rencana yang terbaik..."

Bismillah.

Melahirkan secara VBAC

Ma syaa Allah. Alhamdulillah, 18 Maret lalu saya melahirkan putra ke-2 kami melalui proses persalinan spontan atau normal. Kami memberinya nama Nusantara-2. Kisah persalinan ini, menurut saya pribadi, sangat istimewa karena, qadarullah, persalinan putra pertama kami (Nusantara-1) dilakukan melaui proses sectio. Istilahnya saat ini VBAC (Vaginal Birth After Caesar).
Persalinan normal sudah saya niatkan sejak hasil testpack positif. Dari Tasmania, saya dan suami mulai mengumpulkan informasi mengenai proses VBAC, tenaga medis yang sekiranya bersedia membantu (kami mencari tenaga medis muslimah), sampai mengontak beberapa ibu yang berhasil melakukan proses VBAC. Sampai di tanah air beberapa bulan sebelum persalinan, kami memutuskan untuk konsultasi dengan dr. RK, SpOg di salah satu rumah sakit swasta di Tangerang. Alhamdulillah, pengalaman pertama konsultasi dengan beliau membesarkan hati kami dan semakin membulatkan tekad untuk bersalin normal. 
Kontraksi rutin mulai saya rasakan tanggal 15 Maret pagi. Lendir kuning dan flek pun sudah keluar. Namun kontraksi tersebut masih bisa saya tahan sambil tetap beraktivitas di rumah seperti biasa. Saya dan suami sengaja tidak langsung ke RS karena saya menghindari induksi buatan yang mungkin akan dilakukan dan tidak ingin Nusantara-1 terlalu lama menunggu persalinan di ruang tunggu RS. Tanggal 18 Maret dini hari, saya mulai merasakan kontraksi yang sangat kuat. Suami yang sedari awal sudah siaga, memperkirakan saat itu saya sudah mengalami bukaan 9 (berdasarkan durasi kontraksi). Di saat itulah kami memutuskan untuk pergi ke RS.
Qadarullah, sesampainya di RS, dr. RK yang kami rencanakan menolong persalinan saya tidak bisa datang. Akhirnya persalinan saya ditangani dr. ER yang Alhamdulillah juga seorang muslimah. Benar perkiraan suami saya. Saat itu saya sudah mengalami bukaan 9. Selama proses persalinan berlangsung, suami mendampingi saya sambil menyuapi saya buah kurma kering untuk tambahan tenaga. Nusantara-1 dan Ibu saya menunggu di luar ruang persalinan. Ma syaa Allah, kurang lebih 30 menit kemudian, saat adzan Subuh berkumandang, Nusantara-2 lahir dengan selamat. Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar! Rasanya luar biasa. 

Kembali saat persalinan pertama, Nusantara-1 dilahirkan melalui proses sectio karena saat itu air ketuban saya sudah keluar dalam volume besar, sementara kontraksi belum terjadi sama sekali. Saat terpaksa induksi buatan dilakukan pun, jalan lahir seperti tidak membuka. Selama beberapa jam diinduksi buatan dan bukaan jalan lahir tidak kunjung bertambah, juga saya sudah kehabisan tenaga, qadarullah, saya memutuskan untuk menjalani proses sectio. 
Ma syaa Allah. Cerita ini saya bagi dengan harapan bisa membangkitkan semangat dan harapan para Ibu yang berencana menjalani proses VBAC. Rajinlah meambah ilmu dan wawasan tentang kehamilan dengan berkonsultasi kepada tenaga medis mapun orang-orang yang berpengalaman. Dan perlu diingat, upaya apapun yang dilakukan, awalilah dengan niat untuk beribadah, iringi dengan doa-doa (terutama di waktu mustajab), dan pasrahkan semua pada Allah Ta'ala. Sesungguhnya, sebaik apapun rencana kita, rencana Allah adalah yang terbaik.
Wallahu'alam bishawab.

Comments