University of Osnabrück International Summer School

University of Osnabrück International Summer School (UOS) merupakan kegiatan tahunan University of Osnabrück yang dilaksanakan pada musim panas, biasanya pada bulan Juli. Pada tahun 2012 ini, ada UOS mengangkat empat program, yaitu  “Biodiversity: The Diversity of Ecosystems, Genes and Species”, “Health Care throughout the Life Cycle”, “Democratic Governance and Civic Engagaement”, dan “German Language and Culture”. Peserta yang mengikuti kegiatan ini pun sangat beragam dari berbagai negara dengan total 65 orang yang berasal dari 26 negara.

Saya sendiri tergabung di dalam program “Biodiversity: The Diversity of Ecosystems, Genes and Species”. Program Biodiversity dilaksanakan selama 3 minggu dari 1-22 Juli 2012 dengan beberapa kegiatan termasuk kuliah, praktikum, dan field trip. Peserta di program ini ada 15 orang yang berasal dari beberapa negara, antara lain: Finlandia, Serbia, Ukraina, Armenia, Madagaskar, Burkina Faso, Kosta Rika, Kolombia, Meksiko, Philipina, India, Mongolia, dan tentunya Indonesia. Orang-orang di dalam program ini datang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang masih mahasiswa (master dan PhD), ada yang sudah bekerja di lembaga penelitian, ada yang baru lulus sarjana, ada juga yang bekerja di NGO dan konsultan. Banyak negara, banyak bahasa, dan banyak kebiasaan. Sangat menarik!!! Selain bisa melatih berbicara dalam bahasa Inggris, saya juga bisa memiliki banyak teman baru dari berbagai negara, termasuk mengetahui kebiasaan-kebiasaan dari negara lain.

Biodiversity Class UOS International Summer School, Osnabrück, Jerman. (ki - ka) Nicole & Fabian (Kosta Rika), Edy (Indonesia), Oksana (Ukraina), Karla (Meksiko), Cheska (Kosta Rika), Vatosoa (Madagaskar), Inka (Finlandia), Harshita (India), Ivan (Kolombia), Uros (Serbia), Dr. Cazar Ramirez (Ekuador), Elice (Burkina Faso), Robin Casalla (Kolombia), Kerstin (Jerman), Sunjee (Mongolia), Riel (Philippines), dan Anna (Armenia). 

Di program Biodiversity, para pengajar berasal dari Universitas of Osnabrück itu sendiri, beberapa universitas di Jerman, dan universitas di Kolombia dan Ekuador. Materi-materi di dalam program ini sendiri sebenarnya lebih memperkenalkan metode-metode mutakhir untuk mengukur keanekaragaman hayati secara genetis, terutama pada tumbuhan. Sama sekali berbeda dengan bidang yang saya tekuni sekarang, yaitu terumbu karang. Bagi saya, genetika merupakan hal yang sulit untuk dipelajari dan tidak masuk akal bagi saya. Entah mengapa. Namun begitu, saya sendiri berusaha untuk mengambil poin-poin penting dari program yang saya ikuti ini, terutama prinsip-prinsip keanekaragaman hayati dan metode-metode yang digunakan dalam mengukur keanekaragaman hayati. Tidak hanya saya sendiri yang kesulitan mengikuti program ini, teman-teman saya yang lain pun merasakan hal yang sama, mengingat latar belakang yang berbeda-beda.

Beberapa hal yang menarik dari program field trip ke kebun binatang di Osnabrück, Max Planc Institute di Bremen, termasuk kunjungan ke Baltrum mudflatdi bagian utara Jerman, Tropical Aquarium di Hamburg, dan kota Berlin yang terkenal dengan temboknya.

Secara umum, ada banyak hal yang bisa saya dapatkan dari mengikuti program summer course ini. Saya bisa mengenal berbagai kebudayaan dari bangsa dan negara lain. Selain itu, saya bisa merasakan bagaimana pengajaran kelas internasional di Jerman dilaksanakan; bagaimana hidup di luar negeri, terutama di Jerman, walaupun hanya dalam waktu yang singkat; bagaimana berinteraksi dengan teman-teman baru dan lingkungan baru. Dan yang paling penting adalah saya menjadi lebih mencintai bangsa saya sendiri, Indonesia. Bagaimanapun juga, I love my country, Indonesia is the best!

Comments