Bagaimana cara mendidik anak ala Keluarga Nusantara?

KURIKULUM DASAR KELUARGA NUSANTARA

Prinsip pendidikan anak

Pada prinsipnya, hanya ada 3 hal dasar yang menjadi kurikulum pembelajaran yang kami rancang untuk anak-anak kami.

1. Adab dan iman

Ini ditekankan pada anak-anak di usia 0–7 tahun. Metode pembelajaran disesuaikan dengan cara belajar masing-masing anak. Sumber ilmu utama didapatkan dari buku-buku ataupun kajian-kajian agama dengan kami, orang tuanya, sebagai pendidik utama.

2. Ilmu agama

Ilmu ini sangat luas, antara lain ilmu tahsin, tajwid, fiqh, muamalah, aqidah. Pelajaran ini ditekankan pada anak-anak di usia 7–14 tahun. Metode pembelajarannya adalah dengan mengikuti kajian-kajian agama, membaca buku-buku agama, ataupun berguru langsung kepada ustadz/ustadzah TANPA program pondok untuk anak. Hal ini bertujuan agar anak-anak tetap dalam pengawasan orang tua secara langsung.

3. Keterampilan hidup

Pelajaran ini ditekankan pada anak-anak di usia baligh atau setelah 14 tahun. Keterampilan hidup di sini tentunya sangat beragam disesuaikan dengan perkembangan minat anak, misalnya pemrograman komputer, fotografi, reparasi mesin, selam ilmiah, desain rumah, menjahit, memasak. Untuk anak laki-laki, keterampilan maskulin diutamakan. Tujuannya adalah agar anak-anak laki-laki dapat mandiri dan kelak menafkahi keluarganya dari keterampilan yang didalami tersebut.
Untuk anak perempuan, keterampilan feminin (ranah domestik) diutamakan. Tujuannya adalah agar anak-anak perempuan kelak mampu mengurus rumah tangga dengan baik. Keterampilan-keterampilan hidup ini dapat dipelajari secara otodidak, mengikuti seminar/pelatihan/workshop, mengikuti sertifikasi (jika diperlukan), ataupun mendatangi orang-orang yang ahli di bidang-bidang yang diminati tersebut untuk berguru secara langsung karena salah satu prinsip kami dalam belajar adalah "mendatangi sumber ilmu".

Mendidik dengan cara homeschooling

Saya dan suami bertekad keras untuk menjalani 3 kurikulum tersebut bagi anak-anak TANPA menyekolahkan mereka di sekolah formal karena beberapa pertimbangan.
  1. Saya membuktikan sendiri bahwa banyak ilmu yang dipelajari dari buku-buku sekolah formal adalah tidak sesuai dengan ajaran agama. 
  2. Banyak ilmu yang "salah" tersebut, anak-anak selayaknya mempelajari ilmu yang baik dan benar saja, terutama yang sesuai dengan minat mereka. Anak-anak tidak perlu menghabiskan waktu mereka untuk mempelajari ilmu yang belum tentu mereka butuhkan. Dengan demikian, pada usia baligh, anak-anak ditargetkan sudah matang tidak hanya secara fisik, tapi juga psikologis. Sehingga di usia yang masih muda, anak-anak diharapkan bisa meniti karir rumah tangga dengan baik.

Mengenalkan aktivitas di alam terbuka

Selain tiga materi dasar tersebut, kami juga memiliki kecenderungan dan kesukaan terhadap kehidupan alam liar. Hal ini akan kami perkenalkan kepada anak-anak kami karena bagi kami, proses kehidupan flora dan fauna di alam bebas memberikan banyak pelajaran penting dan berharga. Aktivitas-aktivitas di ruang terbuka seperti menyusuri hutan dan pantai adalah kegiatan kami sejak anak dalam kandungan.

Prinsip dalam mendidik anak

Tiga hal mendasar yang menjadi prinsip kami sebagai orang tua dalam mendidik anak-anak, antara lain: 
1. Berkata dan berperilaku baik 
2. Berkata dan berperilaku benar 
3. Menahan emosi negatif



Comments