Seputar wawancara beasiswa NZAS

Ilustrasi proses wawancara (www.chase.com)


Dalam setiap seleksi beasiswa, tahap interview atau wawancara merupakan bagian paling krusial dan paling menentukan apakah aplikasi kita lolos atau tidak. Dalam konteks beasiswa NZAS, pemberi beasiswa secara sederhana ingin mengetahui apakah kita sebagai aplikan merupakan kandidat yang tepat untuk menerima beasiswa.

Wawancara NZAS sendiri dilakukan setelah aplikan masuk ke dalam daftar pendek (shortlist). NZAS akan mengontak aplikan untuk mengatur dan menyepakati proses wawancara, yang mencakup tanggal, waktu, dan tempat. Wawancara biasanya dilakukan secara langsung di Jakarta, atau via telepon atau video conference, jika wawancara langsung tidak memungkinkan.

Berapa lama sih wawancaranya?

Sekitar 40 menit

Berapa orang dan siapa yang akan mewawancarai kita?

Ada dua orang dari perwakilan kedutaan besar NZ. Dua-duanya warga negara Indonesia.

Apakah pakai Bahasa Inggris?

Ya. Tentu saja.

Apa saja sih yang biasa ditanyakan saat wawancara?

Yang ditanyakan pada saat wawancara biasanya mencakup hal-hal berikut:
  • Apa yang Anda ketahui tentang New Zealand? Mengapa ingin studi di sana?
  • Apa bidang studi yang akan dipelajari selama kuliah di NZ? Mengapa?
  • Bagaimana bidang studi tersebut bisa bermanfaat bagi pembangunan dan pengembangan di Indonesia?
  • Jika anda berencana untuk melakukan program S3, Anda akan ditanyakan mengenai topik penelitian tersebut dan manfaatnya apa untuk Indonesia? Mengapa penelitian itu penting? Apakah sudah mendapatkan supervisor di kampus di NZ? Jika sudah menjalin komunikasi dengan supervisor, sebaiknya disampaikan langsung. Begitu juga kalau sudah dapat LoA dari kampus yang dituju.
  • Bagaimana aplikan menghadapi suatu tantangan? Di sini, pewawancara akan memberikan kondisi yang mungkin terjadi dan bagaimana kita menghadapinya.
  • Bagaimana aplikan merespon suatu permasalahan untuk mengetahui apakah aplikan ‘tahan banting’ dengan permasalahan.

Boleh tau tips-nya biar lolos wawancara?

  1. Sebelum wawancara: (a) baca kembali form aplikasi dan jawaban yang sudah Anda tulis, karena pertanyaan pada saat wawancara tidak akan jauh dari apa yang Anda tulis di form aplikasi; (b) usahakan bisa wawancara langsung, saya sendiri lebih cenderung untuk wawancara langsung daripada via telpon, karena kita bisa meyakinkan pewawancara secara lebih mengena dengan gestur dan jawaban-jawaban atas pertanyaan yang diajukan; (c) berpakaian rapi sopan dan ga perlu resmi-resmi (pakai jas dan dasi); (d) hadir paling tidak 30 menit sebelum jadwal wawancara, biar ga buru-buru dan lebih rileks menghadapi wawancara.
  2. Pada saat wawancara: (a) sapa dan senyum ke pewawancara telebih dahulu, SANGAT PENTING untuk memberikan kesan hangat dan mencairkan suasana dan tentunya menambah rasa PD kita; (b) menjawab pertanyaan dengan dengan tepat dan jelas, tidak usah buru-buru supaya pewawancara mudah memahami; (c) menjawab pertanyaan dengan antusias dan semangat; SANGAT PENTING untuk memberikan kesan positif pada pewawancara. Pengalaman saya, pada saat wawancara pada awal Juli 2018 lalu, pewawancara justru lupa untuk menanyakan pertanyaan selanjutnya karena sangat tertarik dan antusias untuk terus bertanya tentang topik penelitian S3 saya.
  3. Selesai wawancara: (a) Sampaikan terima kasih kepada pewawancara; (b) Jangan lupa tersenyum!
Pastikan Anda mempersiapkan tahap wawancara ini baik-baik, karena ini adalah inti dari proses seleksi. Semoga bermanfaat.





Comments